| Cerita Horor Jenglot Duyung Part 3 |
Part 3
.
.
Lama sekali gw ga pernah diajak ke Omah kidul lagi. Ibu memang tidak terlalu mendekatkan diri ke keluarga dari bapak, karena ibu sendiri awalnya memang tidak diterima sepenuhnya oleh orang tua dari bapak. Tapi ibu ini sabar, beliau mengesampingkan egonya dengan selalu membantu saat di Omah kidul ada acara. Entah itu masak ataupun bersih-bersih.
Singkat cerita, saat itu gw denger kalau kakek (orang tua dari bapak) sakit keras. Jadi semua keluarga datang ke Omah kidul untuk menjenguk, atau mungkin berjumpa untuk sebuah perpisahan. Tak terkecuali keluarga gw.
Cafe di depan rumah sudah ditutup kurang lebih satu bulan, bersamaan dengan mulai menurunnya kesehatan Kakek. Karena yang mengelola cafe itu adalah saudara-saudara kita sendiri. Cafe itu sendiri terbilang cukup ramai untuk ditutup begitu saja. Tapi apa boleh buat.
Saat berada disana, semua keluarga sudah berkumpul di kamar Kakek. Seperti biasa ibu nganterin gw ke halaman belakang untuk berkumpul sama saudara yang seumuran.
Kembali gw dan ibu harus ngelewatin kamar mandi besar dan sumur. Awalnya gw ga kepikiran apapun, sampai didepan kamar mandi gw melongo ngelihat sosok duyung lagi. Sosok yang sama seperti yang pernah gw lihat dulu. Tapi bedanya kali ini matanya memerah dengan sisik & ekornya yang terlihat lebih pucat, berbeda dengan yg pernah gw lihat dulu.
Gw ga bisa teriak ataupun minta pulang, karena gw sangat paham situasi saat itu. Tidak berselang lama suara tangis pecah dari dalam rumah. Itu adalah saat dimana Kakek meninggalkan kami semua.
Sepeninggal Kakek, saudara-saudara yg lain mulai berebut untuk warisan. Hingga akhirnya semua sepakat untuk menjual Omah kidul. Beberapa bulan kemudian dibongkarlah omah kidul oleh pembeli, tinggal lah pohon besar yang masih hidup sampai sekarang.
Ingatan gw tentang rumah ini tidaklah banyak, karena gw sendiri memang tidak nyaman berada disana. Dan gw hanya mengunjungi Omah kidul hanya saat disana ada acara.
Kira-kira beberapa bulan lalu entah apa yang sedang gw obrolin sama ibu, tiba-tiba gw ngobrol soal Omah kidul. Gw ceritain semua yg pernah gw alami selama gw diajak kesana. Dan ibu hanya menjawab, "kamu tahu yang ada disana?..""kamu tahu yang ada disana? Ibu tahu kenapa kamu selalu minta pulang tanpa kamu bilang alasannya. Kamu tahu kenapa ibu memilih untuk jaga jarak sama keluarga bapak kamu? Kamu tahu kenapa ibu ga diterima sepenuhnya disana? ... Itu semua karena ibu tahu, ibu ga mau keluarga kita sama seperti mereka". Singkatnya ibu membenarkan apa yg gw lihat, membenarkan adanya pesugihan di Omah kidul. Tapi ibu bersyukur karena almarhum bapak adalah orang yang berbeda dari keluarganya. Ya, bapakku memang sangat rajin beribadah, bahkan aku mengaji belajar dari beliau. Berbeda dari sebagian besar saudara-saudara bapakku yang masih mempercayai hal-hal tersebut, bahkan hingga sekarang. Hidup merekapun tidaklah setenang kami, meskipun hidup kami hanya sederhana berbeda dengan mereka.
Pelajaran dari cerita gw adalah, jangan melakukan hal instant untuk mendapat apa yang kita ingin. Kita harus bekerja untuk mendapatkannya, dengan cara yg baik tentunya.
Tamat
Sumber : @mwv,mystic
No comments:
Post a Comment